
Bandar Lampung, Senin (30/03/2026)- Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan webinar bertajuk “Building Harmonious Work Relations: Employee Relations and Labor Relations Strategies”. Kegiatan yang digelar secara daring via Zoom pada Jumat (27/03), pukul 13.30 WIB yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai program studi di Unila.
Webinar ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai dinamika hubungan kerja di organisasi, khususnya strategi employee relations dan labor relations dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
Kolaborasi antara perspektif akademisi dan praktisi turut dihadirkan guna memperkaya pemahaman peserta. Dari sisi akademisi, materi disampaikan oleh Luthfi Firdaus, S.E., M.M., akademisi Manajemen Sumber Daya Manusia Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung. Sementara itu, perspektif praktis dibawakan oleh Bernandus Fernando Saputra, S.H., M.Kn., Human Capital Business Partner PT Cemindo Gemilang Tbk (Semen Merah Putih) sekaligus Founder dan Managing Partner Persekutuan Praktisi Hubungan Industrial (PPHI).
Luthfi Firdaus menekankan pentingnya mahasiswa memahami dinamika hubungan kerja sejak masa perkuliahan. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai aspek administratif, tetapi juga harus memahami hubungan industrial dan hukum ketenagakerjaan. Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan kesempatan belajar langsung dari praktisi untuk memahami kompleksitas dunia kerja.
Sementara itu, Bernandus Fernando Saputra atau yeng lebih akrap di sapa Nando menjelaskan bahwa banyak konflik organisasi bermula dari kegagalan mengelola hubungan kerja di tingkat individu. Ia membedakan employee relations yang berfokus pada hubungan organisasi dengan karyawan seperti komunikasi internal, keterlibatan karyawan, dan penyelesaian keluhan dengan labor relations yang melibatkan manajemen, pekerja, serta serikat pekerja melalui perjanjian kerja, negosiasi, dan komunikasi konstruktif.
Nando juga menyebut empat faktor utama yang sering memicu rusaknya relasi kerja komunikasi tidak transparan, persepsi ketidakadilan dalam pengambilan keputusan, lemahnya kepemimpinan dalam mengelola konflik, serta kurangnya pemahaman regulasi ketenagakerjaan. Menurutnya Konflik besar dalam hubungan industrial biasanya berawal dari masalah kecil yang tidak ditangani sejak dini,
Untuk membangun hubungan kerja yang harmonis, Nando merekomendasikan pendekatan sistematis berbasis tiga tahapan: listen (mendengarkan), act (bertindak), dan detect (mendeteksi potensi konflik). Pendekatan ini mendorong organisasi membuka ruang komunikasi, menerapkan kebijakan secara adil, serta mendeteksi masalah sebelum menjadi lebih besar.
Ketua pelaksana webinar, Aris Krisna Setiawan, menyatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk membuka wawasan mahasiswa tentang realitas hubungan kerja di dunia profesional. “Kami berharap webinar ini menjadi bekal awal bagi mahasiswa dalam memahami pentingnya relasi kerja yang harmonis sebagai fondasi keberlangsungan organisasi,” katanya.
Melalui webinar ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga mampu melihat peran employee relations dan labor relations dalam menjaga stabilitas organisasi serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, adil, dan berkelanjutan.
Teks : Nur Bayti